Salah pilih provider hosting bisa salah kaprah. Kenapa? Bak kehidupan, provider hosting itu air dalam kehidupan, menentukan keberlangsungan situs ke depannya.

Akibat Salah Pilih Hosting
Ilustrasi Pribadi

Kali ini, cerita baru saya adalah artikel ringan tentang pengalaman saya yang salah memesan domain.

Apakah Akibat Salah Pilih Hosting?

Cerita awal, saya punya blog yang terintegrasi blogspot sudah berhasil kontrak adsense. Akan tetapi, sebelum saya bisa menarik penghasilan, akun saya terkena banned karena invalid click. Sedih dan penuh kecewa? Tentu saja. Namun, semua tetap harus disyukuri. Berkat itu, saya bertemu seorang rekan yang sangat baik. Saya sering berdiskusi mengenai dunia blongging dengannya dan sepenuhnya mendukung saya untuk lebih mengembangkan blog saya.

Melalui sharing pengalaman, saya akhirnya tahu kalau ada script anti bom klik untuk menghindari klik invalid hingga berujung akun adsense dibanned. Akun adsense yang telah dibanned bisa dikembalikan dengan ganti akun atau dalam dashboard earning biasanya ada “Switch account”.

Dia memberikan saran untuk juga mengganti template blogger saya supaya responsive dan lebih SEO supaya cepat terindex google dan mesin pencari lain. Saya ikuti sarannya dan menggantinya dengan template viomagz, yang konon memang mahal harganya di luar negeri. Saya coba aplikasikan template tersebut dalam blogger saya. Beberapa hari setelahnya, apa yang dikatakan teman saya benar adanya. Ya, karena dia memang berpengalaman, hehe. Script anti bom klik saja saya tahu sejak dia mengatakan hal tersebut pada saya haha…

Saya juga pasang script anti lazy load dalam html blogger saya. Speed loading blogger saya lebih cepat dari sebelumnya yang hanya mentok 80-an persen menjadi 94 atau bahkan 98 persen melalui desktop. Wah, saya terpukau saat itu juga. Traffic pengunjung juga meningkat lebih banyak. Bukan lagi 30 atau 50-an, tetapi sudah berhasil melampaui 100 viewers per harinya. (Saya memang mengganti template sejak dibanned itu tanpa tahu kalau memang berpengaruh pada performance situs blog).

Saya mulai menetapkan, ok, saya beli domain untuk mengaktifkan kembali adsense dan domain TLD kan memang lebih terpercaya bukan? Google juga sering meletakkan situs-situs dengan domain yang komersial di halaman pencarian pertama. Saya berpikir, ini akan membuat blog saya lebih baik.

Setelah diskusi blablabla, saya disarankan IDwebhost. Saya coba telusuri rekam jejaknya, harganya, keuntungan dan apa saja yang bisa saya dapatkan. Saya juga membandingkan dari beberapa penyedia layanan hosting dan domain. Niat saya hanya membeli domain karena blogger memiliki server hosting langsung dari google, jadi lebih murah.

Salah memesan Hosting? Salah Kaprah sekaligus kerugian yang Menyedihkan

Kalian yang sudah berkecimpung dunia blogger, ditambah yang telah mneggunakan domain LTD pasti sudah familiar dengan istilah hosting. Hosting adalah jasa layanan internet yang menyediakan sumber daya peladen-peladen untuk disewakan sehingga memungkikan organisasi atau individu menempatkan informasi di internet berupa http, FTP, Email, atau DNS.

Saat saya melakukan pemesanan, saya lihat checkout biayanya, saya terperangah. Mahalnyaa? Saya sempat curiga dan menanyakannya pada teman saya, dia menjawab, “biasanya penipuan itu mbak.” Seingat saya, saya hanya memesan domain tanpa hosting. Namun, kata teman saya, harga segitu wajar jika mbak memesan hosting juga. Tidak mungkin domain seharga segitu!” Saya speechless seketika.

Saya mulai meyakinkan diri saya dan tetap menelusuri beberapa penyedia layanan hosting dan domain itu. Lalu, oke lah, saya beli seharga ini di IDwebhost. Tidak apa, pengorbanan awal untuk membuat blog saya lebih baik.

Sedihnya Akibat Salah Pilih Provider Hosting

Saya sangat terpukul ketika saya setting kembali domain untuk blogger saya dengan arahan teman saya, tidak kunjung berhasil. Tenggat waktu biasanya 24 jam kata teman saya. Saya tunggu hingga besoknya tetapi juga tidak berhasil. Akhirnya saya kirimkan screenshootnya dan rupanya saya tidak hanya membeli domain, tetapi juga hostingnya. Saya lemas seketika. Lalu ini gimana? Hanya itu yang membuat pikiran saya hampir putus asa.

Teman saya bilang, lebih baik mbak gunakan wordpress saja karena sayang kalau tidak digunakan. Sempat juga bilang, “Segitu mbak bisa membeli domain selama 6 tahun.” Tambah nyesek rasanya. Malam itu juga, saya rasanya ingin menangis, tetapi saya urungkan. Saya cegat teman saya melalui wa dan harus membantu saya membangun situs di wordpress. Entah berapa jam itu, yang saya ingat hingga dini harus baru selesai membuat situs. Hanya situs, kelolanya masih belum. Tidak seperti blogger yang otomatis jadi dengan klik ‘made’.

Gundah Gulana karena Salah Pilih Provider Hosting

Karena wordpress baru, saya juga harus memulai lagi dari awal. Membangun situs blog dari nol. Blog saya di blogspot terbengkalai akhirnya saya export semua konten ke wordpress dan menghapusnya. Saya ingin putus asa. Ketika akhirnya sedikit lebih dekat untuk bisa memasang kembali pendapatan melalui adsense, ada saja yang membuat saya harus down kembali. Salah apa saya? Itu yang saya pikirkan waktu itu.

Tidak hanya itu, bagi yang pemula dalam wordpress mungkin juga akan pusing memikirkan banyak pengaturan. Karena setting wordpress benar-benar kita kelola sendiri. Tidak seperti blogger yang langsung terintegritas dengan google. Selain itu, salah lain lagi saya pesan hosting adalah laporan runtime down yang terlalu lama, index server yang memperpanjang durasi load server, dan banyak lagi yang menurut saya cukup mneyedihkan.

Itulah beberapa akibat salah pilih hosting yang tentunya merugikan, yang pernah saya alami. Jadi, sebelum kalian memesan hosting, khususnya jika untuk membangun situs besar, berhati-hatilah! Jika ingin melihat beberapa review hosting yang bagus, kunjungi saja situs penasihathosting.

Namun, saya tetap mensyukurinya di sela-sela pengalaman pahit itu. Kesusahan dan kesulitan itu setidaknya Tuhan menitipkan seseorang yang bisa meringankan beban. Seandainya saya tetap dengan blogger, mungkin saya tidak akan pernah bisa upgrade diri dengan hal baru dan nyaman dengan hal yang sudah ada.

Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuan hambanya!

Maka saya yakin, cobaan ini pasti mampu saya hadapi. Perlahan dan perlahan, meskipun menyusahkan dan penuh pro kontra yang bergelut dalam diri saya, saya tetap mengelolanya. Saya mengerti, saya harus sabar dan telaten memulainya lagi. Meskipun rasa sedih itu memang masih sangat terasa. Tapi, jangan terus tenggelam di dalamnya. Menyakitkan dan tembah menyakitkan karena terus dipikirkan, hehe.

Cerita Memulai blogging dengan Blogger

Sebelum saya membangun website seutuhnya dengan domain sendiri seperti yang kalian kunjungi sekarang, saya menggunakan provider blogger gratis yakni blogspot. Blog tersebut sudah saya kelola sejak saya masih kelas satu SMP karena guru bahasa inggris saya mengajari berbagai hal terkait blogging. Cukuplah rekan-rekan yang satu smp dengan saya, tiga tahun berkubang dengan wajah itu-itu saja pasti telah memiliki link blognya masing-masing. Terima kasih saya sampaikan sedalam-dalamnya untuk Pak Riamin yang telah mengenalkan dunia yang sebelumnya belum pernah kami selami dan membuatnya tahu sedini mungkin. Dalam hal ini kami bisa berkembang lebih cepat dan pengalaman kami juga lebih banyak.

Blogger adalah dunia yang sangat menyenangkan untuk orang-orang yang mencintai dunia menulis artikel, feature, atau hobbi dan ingin publikasi personal. Selain sebagai media ekspresi seseorang, blogger ternyata juga digandrungi sebagai media untuk mencari nafkah. Familiar bukan dengan google adsense? Yap, blogspot otomatis sudah terintegrasi dengan adsense. Menu tersebut bisa kalian klik di earning atau nafkah di laman dashboard blogger kalian.

Blogspot vs WordPress

Lebih baik WordPress atau blogspot

Ada beberapa alasan mengapa guru saya waktu itu menyarankan kami untuk membuat blog di blogspot, diuraikan sebagai berikut:

Yang pertama, pengaturan di blogspot itu mudah

Jika dibandingkan dengan platform blog gratis, penggunaan blogspot sangat mudah. Mulai dari tampilan, lay out, atau setting seperti template. Jika sudah mengerti coding, penggunaan bahasa pemrogramannya mudah untuk dicermati. Kalian bisa menilik sedikit di menu template lalu edit html. Kurang lebih tampilan blog kalian disetting menggunakan bahasa program tersebut. Untuk mengubahnya juga mudah, tetapi juga bisa menuai resiko jika salah meletakkan satu saja attribute. Saya sering menjumpai warning saat mengolah template melalui halaman edit html ini, wkwk… Tapi, sepenuhnya memang tidaklah serumit pengelolaan wordpress seperti yang saya lakukan sekarang karena di wordpress sepenuhnya dikelola sendiri. Untuk pemula, mungkin pemilihan blogspot untuk mencoba berkecimpung dalam dunia blogging patut dicoba.

Index dan Konfigurasi Sederhana

Hal ini juga yang menjadi nilai tambah mengapa blogspot memiliki kelebihan dibanding provider blogger lain. Jika kalian memiliki blog baru, maka blog tidak akan terindex mesin pencari, seperti google dkk jika tidak kalian masukkan link blog kalian dalam situs crawl. Banyak jenisnya, tergantung dimana kalian menginginkan blog kalian utama terindex dimana. Kalau saya ya, pilih saja semua :); Yandex, yahoo, bing, google, dan teman-temannya. Hal ini pasti dapat meningkatkan traffic pengunjung kalian lebih banyak dari biasanya.

Namun, jangan harap pengunjung banyak hanya dengan memasukkan blog kalian dalam laman index. Konten yang kalian buat di blog juga tentunya harus berkualitas. Sekedar saran, buatlah artikel yang sesuai dengan kalian, sesuai dengan pikiran dan minat kalian. Jangan memaksakan memilih niche blog yang mudah terkenal, tetapi sebenarnya bukan ranah kalian. Percaya, di tengah jalan kalian pasti akan tersendat karena kejenuhan yang membelenggu kalian. Jadi, niche blog lebih baik yang menggambarkan hobbi atau bakat kalian.

Perbandingan WordPress dan Blogspot

Index dan konfigurasi yang saya bandingkan adalah dua platform yang pernah saya gunakan. Antara blogger dan wordpress, jujur saya katakana lebih mudah blogger. Kenapa? Setelah kalian pasang crawl situs kalian di halaman index mensin pencari -google-, maka blogspot akan otomatis terekam dalam database google karena server blogspot sudah menjadi satu paket google. Untuk wordpress, mau tidak mau, sedikit sulit untuk pemula, termasuk saya untuk memasukkan index. Hal ini dikarenakan wordpress yang memiliki hosting sendiri serta server bukan dari google, maka otomasti kalian harus memasukkan secara manual.

Tantangan inilah yang membuat saya hampir putus asa karena tidak tahu menahu harus dikemanakan. Bagaimana mengikuti cara-cara yang telah google webmaster deskripsikan untuk membantu crawl situs di sana. TXT ini harus diletakkan dimana, ke server, provider, atau halaman cloudflare? Saya bahkan hingga tiga jam hanya memeloti dan mengotak-atik seputar itu saja. Pusing? Tentu saja. Ditambah saya tidak ada pengalaman sama sekali dalam pengelolaan wordpress. Sudahlah- cukup curhat tentang akibat salah pilih hosting.

Baca Juga: Start Over

Penghasilan, Daftar google Adsense?

Di blogger bisa kalian lakukan dengan mudah karena sudah ada menu earning atau nafkah di dashboar kalian. Jika sudah memenuhi ketentuan adsense, maka blog kalian sudah bisa didaftarkan dalam media iklan yang banyak digandrungi para blogger saat ini. Selengkapnya tentang syarat dan ketentuan adsense, silahkan lihat disini

Namun, banyak cara loh selain masang iklan. Kalian juga bisa menggunakan program afiliasi yang selengkap ulasannya bisa kalian baca dalam: Program Afiliasi Iklan.

Ikut lomba blog? Kenapa tidak! Sayang dong punya blogger tidak dimaksimalkan manfaatnya. Maka dari itu, kembangkan sebaik mungkin situs blog kalian.

Loading atau Speed

Blogger memiliki kelola lebih sederhana untuk mengoptimalkan loading situs blog. Bahkan, sesuai apa yang saya paparkan di atas, kalian hanya tinggal melakukan olah template dan optimize gambar dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Kenapa loading penting? Yap, saat mesin pencari google mulai menampilkan daftar situs yang hendak dicari user, maka di halaman pertama akan muncul situs-situs yang memiliki loading dengan kecenderungan kurang dari 1s, paling sering 0,3 atau lebih cepat dari itu. Wah, saya juga berpikir seperti itu. Blogger kalian hanya tinggal pasang script di html sebelum attribute </body>. Mudah!

Sedangkan di wordpress tidak sekedar pasang-pasang seperti itu. Meskipun ada pluggin, kalian masih harus men-setting pengaturan pluggin agar sesuai dengan website kalian. Pengalaman saya awal menggunakan, susahhhnyaaaa…

Kalian juga harus melakukan optimize halaman situs untuk meningkatkan performance situs. Inilah yang lebih riweh daripada memasang pluggin. Kalian harus memahami dimana kalian bisa mengelola performance situs dengan baik. Saya sendiri melakukannya di dashboard cloudflare karena tampilannya nyaman dan lebih mudah ditinjau. Untuk melalui halaman cpanel atau wordpress sendiri, saya masih harus banyak belajar.

Advance Blogger dan WordPress?

WordPress susah, kelolanya riweh, dan sebagainya. Sebagai pengalaman yang pernah saya alami, ya, saya mengakuinya. Namun, untuk perbandingan advance antara wordpress dan blogger, maka wordpress lebih baik. Meskipun index secara manual, tetapi sekali kalian berhasil, maka traffic kalian bisa meningkat drastic. Ambil contoh blog saya ini. Ketika saya tinjau melalui akun cloud flare saya, traffic meningkat tajam. Kebanyakan berasal dari USA dan Eropa, sisanya tertinggi dari Indonesia.

Bandingkan juga, situs perusahaan-perusahaan besar, ambil contoh The University of British Columbia, Mercedes-Benz- pasti menggunakan wordpress sebagai provider mereka. Disamping karena setting situs lebih lengkap, wordpress bisa diatur manual dengan plugin jika kalian tidak ingin susah berurusan dengan coding. Pengalaman saya, meskipun dengan plugin tanpa bersentuhan dengan coding, saya lebih memilih dengan coding. Kenapa? Soalnya saya tidak mengerti plugin ini untuk apa, plugin itu fungsinya bagaimana? Kebanyakan plugin juga bisa memengaruhi performance situs kalian, Wkwkwk… Namun, ini memang sangat membantu untuk pemula. Apabila kalian memang sudah ahli dengan bahasa pemrograman coding, maka wordpress bisa menjadi pilihan yang sangat recommended untuk kalian.

Lalu, apa hikmahnya?

Setidaknya apapun yang dihadapi, nikmati saja. Jangan lupa bersenang-senang. Teliti sebelum melakukan sesuatu, jangan teledor seperti saya :v. Akibat salah pilih hosting tidak hanya berasa sekali, tetapi juga berbuntuk ke belakang.

Saat sesuatu yang dipikir sulit menghadang kehidupan, jangan sampai merasuk kesulitan itu dalam pikiran. Yang sulit malah semakian sulit jika dipikirkan. Inilah yang saya terapkan dalam diri saya. Iya, sulit, jalani saja sudah. Jangan pikirkan. Yang ada hanya akan menjadi beban sia-sia. Ketika kalian fokus untuk mencobanya, melakukannya, dan mengesampingkan pikiran sulit itu, ternyata juga perlahan kalian bisa menghadapinya. Tidak akan sesulit apa yang otak kalian perkirakan.

Sudahlah- apapun macam kesulitan itu, hadapi saja, tatap dengan mata kalian, kerjakan. Stop overthinking and always be blessed with our self and condition. Hasilnya pasti lebih mudah dan simpel, tidak berbelit-belit seperti otak kalian, wkwkwk….

Intinya blogging dan content creator apapun, kunicnya satu, konsisten!

###Hastag###

Akibat Salah Pilih Hosting, Salah memesan hosting?, salah pilih provider hosting, wordpress vs blogspot, wordpress vs blogger, lebih baik wordpress atau blogspot.

Akibat Salah pilih hosting cukup saya yang merasakan, kalian jangan!