Negative thinking sudah pasti pernah dialami setiap orang, khususnya remaja yang akan menginjak usia dewasa. Negative thinking juga bisa diartikan overthinking dari artian yang berbeda, tetapi dalam satu konteks.

Negative Thinking adalah ketika kamu merasa diri kita bukan apa-apa, merasa bersalah dengan masa lalu, penyesalan yang dalam, tidak spesial, kenapa jalanku masih disini-sini saja, enak ya hidup mereka, dan blablabla…

Kamu pasti pernah mengalami hal ini bukan? Banyak macamnya dan saya sendiri tidak bisa menyalahkan karena memang negative thinking akan selalu ada dan menghantui pikiran manusia. Jika tidak, maka kamu bisa dikatakan tidak hidup!

Namun, negative thinking ini memang hadir untuk membuat kamu lebih siap menghadapi masa depan. Jika kamu bisa mengatasi negative thinking tersebut, maka kamu akan mengerti arti perjuangan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Sejatinya, negative thinking muncul karena memang diri kita yang bisa dikatakan masih jadi ‘kentang’. Begitulah kalimat yang sering digunakan remaja era sekarang. Itu normal selama kamu bisa menghadapinya. Namun, jika kamu tidak bisa meng-handle pikiran kamu sendiri, maka bisa dipastikan kamu akan terbawa oleh pikiran negatif itu hingga membuat toxic pada diri kamu sendiri.

Thought have power, Thought are energy, And you can make your world or break it by your own thinking.

Susan Taylor

Bentuk hidup yang kamu jalani adalah bentuk impresi dari pikiran kamu sendiri. Cara kamu menatap kehidupan dan menghadapinya juga berasal dari pikiranmu sendiri. Pikiran negatif akan mengeluarkan aura negatif, sehingga apapun yang kamu tatap tampak seperti tidak berenergi, tampak tidak bersemangat.

Lain halnya jika kamu bisa mengendalikan pikiran kamu sendiri, kamu bisa setting mindset yang positif. Maka, dunia bisa kamu pandang secara berbeda.

Jadi, adanya bentuk kehidupan bermula dari pikiran kamu sendiri. Entah itu positif atau negatif, itulah pikiran yang kamu buat sendiri. Bukan salah dunia, tetapi bagaimana cara kamu memandangnya.

Negative Thinking

Kamu mungkin berpikiran, bagaimana ya cara mengatasi negative thinking ini? Berkali-kali tidak berhenti menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berguna. Bahkan kamu depresi karenanya. Stop!

Kamu harus berhenti dan belajar untuk menerima diri sendiri. Jika kamu sudah tidak bisa menangani pikiran negative yang sudah berkembang hingga depresi, kamu perlu untuk menceritakannya pada seseorang yang kamu percayai.

Percayalah, itu akan membuatmu lebih ringan setelah mengutarakan semua pikiranmu.

Menunggu tapi tak ditahan

Kesehatan Mental Terkait Pikiran Negatif

Penelitian yang mengangkat kesehatan mental khususnya metode berpikir pernah mengemukakan bahwa otak manusia bisa memproduksi 50.000 sampai 70.000 bentuk pikiran yang terproses setiap harinya.

Bayangkan saja, jika kamu setiap harinya mengeluarkan eksekusi negatif sehingga mendominasi pikiran positif, maka respon tubuhmu pasti akan suram.

Dengan kata lain, krisis dan penghancuran mental diri sendiri yang kemudian perlahan menghapus eksistensi jati diri.

Universitas Harvard juga pernah mengangkat topik penelitian yang sama dengan topik tersebut. Study tersebut menerangkan bahwa pikiran manusia memiliki kekuatan besar yang memengaruhi tubuh dalam bertindak.

Pikiran itu sendiri bisa mendorong munculnya visi masa depan, kekuatan, kebugaran, juga sebaliknya. Negative thinking pun akan mendorong pada kesedihan, kekecewaan, kurang bertenaga, dan depresi, hingga yang terburuk adalah bunuh diri.

Penelitian juga menyatakan bahwa 80% pikiran dalam diri manusia adalah potensi pikiran negatif, sehingga kita tidak bisa secara utuh mengeluarkan potensi sesungguhnya diri kita.

Dampak Negative Thinking pada Otak dan Tubuh

Tahu tidak, pikiran negatif lebih besar impact-nya terhadap otak dibandingkan dengan pikiran positif? Sebuah penelitian juga telah membuktikan bahwa negative thinking memiliki peranan besar terhadap perubahan emosional.

Seseorang yang memiliki beban dalam pikirannya, termasuk negative thinking ini, maka ia cenderung mengalami kesulitan berpikir. Pernah terpikirkan, kenapa hal itu bisa terjadi? Baca: Cara Mengubah Insecure jadi Bersyukur.

Negative thinking dapat memengaruhi area otak yang mengatur bagian kebahagiaan dan kecemasan serta mengubah senyawa yang bertanggung jawab untuk itu.

Senyawa tersebut dikenal dengan Amygdala; senyawa yang mengatur rasa cemas dan takut. Sedangkan bagian yang mengatur perasaan bahagia dan senang adalah serotonin.

Dalam keadaan pikiran negatif, maka senyawa Amygdala akan mendominasi daripada serotonin. Sehingga respon tubuh akan berupa rasa sedih dan kecemasan yang berulang. Jika kamu tidak segera menyadarinya, maka perlahan hal ini bisa merusak diri kamu sendiri.

Sebuah pencitraan MRI yang pernah mengulik mengenai dampak negative thinking mengungkapkan hasil yang cukup mengejutkan.

Perbandingan efek kebahagiaan yang sangat signifikan menjadi bukti konkret bahwa kebahagiaan manusia memang bergantung pada pola pikir yang dimilikinya.

Kebahagiaan manusia itu bisa diatur dengan memperbaiki pola pikir yang dimiliki

omegarion

7 Cara Sederhana Mengatasi Negatif Thinking ala Psikolog

Cara Menghilangkan Negative Thinking

Cara ini mungkin dijabarkan secara umum dalam artian mudah dilakukan. Namun, perlu diketahui, para psikolog memberikan indikator ini sebagai cara mudah menghilangkan negative thinking. Cobalah berikut ini!

1. Jadilah Nahkoda untuk Pikiranmu Sendiri

Saat pikiran negatif muncul, segeralah untuk menyadarinya. Hentikan kali pertama jika kamu mulai berpikiran negatif. Satu pikiran negatif bisa mengarahkan kamu untuk berpikiran negatif terhadap hal lain.

Bisa saja permasalahan lain seperti kesedihan dan penyesalan di masa lalu atau rasa bersalah yang kamu jadikan sasaran selanjutnya. Hingga tanpa sadar kamu menyalahkan diri sendiri.

Jangan jadi seperti itu. Kamulah yang memiliki kendali untuk pikiran dan otak kamu sendiri. Jangan biarkan diri kamu yang dikendalikan oleh pikiranmu. Sadarlah sebelum pikiran negatif itu menguasai pikiran dan tubuhmu. Pola pikir perlu kamu setting kembali.

Hal ini bisa kamu lakukan, cobalah untuk mereset ulang mindset-mu. Hentikan pikiran negatif yang muncul dengan memikirkan sesuatu yang positif.

Sebagai contoh:

Negative thinking: “Hidup ini tidak adil! Kenapa ini selalu terjadi pada saya, kenapa saya selalu gagal?”

Reset kembali menjadi: “Tidak apa-apa. Bagiku kau tetap yang terbaik (Bicaralah di depan cermin).

Kadangkala tak mengapa untuk tak baik-baik saja. Kita hanyalah manusia, wajar jika tak sempurna.

Kau berkata dunia sedang tak ramah
Ya bukan berarti kau mesti berubah
Jadi seseorang yang tak kau ingin
Yang menatapmu asing dari cermin

Kita perlu kecewa untuk tahu bahagia
Bukankah luka menjadikan kita saling menguatkan

Yah, jangan bersenandung ya 🙂

Intinya, jadilah seseorang yang mengendalikan pikiranmu sendiri. Jangan pikiranmu yang menguasai dirimu.

2. Sibukkan Dirimu untuk Tidak Terlelap dalam Pikiran Negatif

Satu cara ini memang sangat efektif dan inilah yang sering saya terapkan saat pikiran saya pelik. Ditambah beban tugas dan program dunia nyata, serta permasalahan sosial lain yang berkaitan dengan kepribadian saya. Hal itu membuat saya terkadang merasa takut untuk menatap dunia baru yang ada di depan saya.

Namun, untuk mengatasinya, saya takkan biarkan negative thinking menguasai pikiran saya. Jadilah, pilihan ini yang jadi alternatif saya, yaitu sibukkan dirimu dengan hobi yang membangun dan membuatmu bisa lebih senang di dalamnya – dan bagi saya disini adalah menulis –

Pernah dengar istilah “Pikiran kosong adalah sarang iblis?”

Jika kamu perhatikan, pikiran negatif lebih banyak menghinggapi orang yang sedang diam sendirian tidak melakukan apa-apa dibandingkan dengan orang yang memiliki kesibukan.

Dr. Jane Prince, seorang psikolog dari South Wales University mengemukakan, “Menjadi sibuk berarti kamu tidak punya waktu untuk duduk dan memikirkan betapa tidak adilnya hidup ini. Kesibukan mengalihkan perhatianmu dari rasa sakit dan trauma.”

Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa jika kamu sibuk menggambar, merajut, memasak, atau melakukan kegiatan apapun, maka sebuah pikiran negatif takkan pernah bisa menganggumu di sela kesibukanmu. Pikiran negatif memang lebih banyak menghantui saat seseorang menyendiri dan tidak melakukan apapun.

Seorang psikolog dari Texas University juga mengungkapkan hal yang sama. Menyibukkan diri dapat mereduksi negative thinking yang dapat muncul kapan saja dalam diri seseorang. Kesibukan diri juga berkaitan dengan kemampuan me-refresh kembali otak dari pengalaman buruk.

3. Menghindari Pemicu Negative Thinking

Pemicu negative thinking dapat berupa hal yang pernah membuat bayangan tidak menyenangkan dalam diri kamu. Semisal trauma, penyesalan, juga kamu yang selalu membandingkan diri dengan orang lain. Hindarilah hal-hal semacam itu.

Menurut sebuah studi 2013 yang dilakukan oleh Notre Dame Researcher, berpikir negatif juga merupakan kebiasaan yang dapat dengan mudah dipengaruhi dari orang lain. Sebut saja hadiah dari mantan, teman yang toxic, rekan yang bemuka dua, dan sebagainya.

Meminimalkan kontak dengan orang-orang seperti itu dan menghindari pemicu negatif dapat membantumu tetap waras dan positif.

Omegarion

4. Istirahat dan Tidur yang Cukup

Istriahat dan tidur yang cukup dalam membantu kamu segar kembali dan tentunya bisa menjadi alternatif mengusir negative thinking yang mungkin saja hinggap dalam kepala.

Kualitas tidur juga harus kamu perhatikan. Terkadang kuantitas tidur tidak terlalu berpengaruh ketika kualitas tidur yang kamu miliki buruk sekali.

Seperti apa contohnya kualitas tidur yang sangat dominan dari kuantitas tidur?

Misal begini, kamu tidur cukup lama, perkirakanlah 8 jam. Namun, saat kamu bangun, tubuh dan badan kamu serasa tetap lelah dan capai. Kenapa? Hal ini bisa disebabkan pikiran kamu yang kamu tidak membiarkannya beristirahat.

Permasalahan yang kamu bawa hingga dalam tidurmu. Ada kalanya untuk lebih baik melupakannya sejenak dan biarkan tubuhmu terlelap sepenuhnya dalam tidur.

Seorang psikolog dari Binghamton University mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat memicu munculnya negative thinking dan aura negatif saat kamu terbangun. Inilah yang penting kamu perhatikan: Jangan abaikan kualitas tidur!

Kurang tidur juga sangat memengaruhi suasana hati kamu, bukan? Kamu akan mudah merasa emosi, mudah marah, mudah tersinggung, cemas, dan lelah. Dampaknya tentu saja kamu tidak bisa melakukan kegiatan kamu secara maksimal.

Tidur selama 8 jam itu cukup untuk mengembalikan kesegaran otak dan memperbaiki suasana kesehatan mental kamu. Namun, adanya kuantitas juga perlu kamu perhatikan kualitasnya.

5. Mendengarkan Musik

Mendengarkan musik juga bisa memengaruhi suasana hati dan juga mengusir negative thinking. Menurut para peneliti, hanya dengan mendengarkan musik favorit kamu selama 25 menit sehari dapat membawa perubahan suasana hati yang bahagia dan memiliki efek positif pada kesehatan dan harimu.

Jenis musik yang disarankan adalah musik klasik instrumental serta lagu yang memiliki genre ceria.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah kamu jangan terlalu sering mendengarkan musik melalui headphone atau earphone. Jika begitu sering, maka efek yang ditimbulkan adalah sebaliknya.

Kamu justru merasa lelah tanpa alasan dan pikiran kamu tidak segar. Hal ini dikarenakan jika kamu mendengarkan musik terlalu sering melalui gawai, pikiran akan merespon buruk.

Selain itu, radiasi yang dipancarkan oleh gawai juga tidak baik untuk sel-sel otak (neuron).

Apabila kamu seorang muslim, maka saya menyarankan kamu untuk mendengarkan murotal Al Quran. Berapa kali pun kamu dengarkan, kamu pasti akan merasa tenang. Hal ini sangat berbeda dibandingkan kamu mendengarkan sebuah musik. Dan ini telah saya rasakan sendiri manfaatnya.

6. Olahraga

Orang yang aktif secara fisik yang sering berolahraga menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Penn State University ditemukan mengalami perasaan antusiasme dan kegembiraan yang lebih besar.

Orang-orang yang sering berolahraga cenderung mengalami perasaan yang lebih menyenangkan dan bahagia daripada orang yang kurang berolahraga atau tidak berolahraga sama sekali.

Dopamin kimiawi yang dikaitkan dengan kesenangan dan kebahagiaan dilepaskan di otak setiap kali kamu berolahraga, sehingga menyulitkan pikiran negatif untuk memasuki pikiran kamu.

7. Meditasi

Meditasi adalah langkah terbaik untuk meningkatkan kemampuan berpikir, khususnya menghilangkan benih negative thinking.

Sebuah studi yang memelajari otak mengungkapkan bahwa meditasi dapat membantu menonaktifkan area dalam otak yang berkaitan dengan induksi pikiran negative terus-menerus.

Bahkan, dalam buku Si Anak Singkong, Pak Chairul Tanjung juga mengungkapkan hal yang sama. Meskipun, ia melakukan meditasi karena program yang diikutinya – Teater.

Kurang lebih, beginilah dialog dalam cerita:

Selepas sekolah, sekitar pukul satu siang, semua sudah berkumpul di Utan Kayu, diawali latihan meditasi. Mengatur napas, mengosongkan pikiran, dan fokus. Mengingat kembali apa yang dikerjakan sejak bangun tidur hingga saat itu.

“Mas, kita ini dianggap sakit jiwa, ya? Kenapa dilatih beginian juga?”

“Ah, tidak juga. Kalian lakukan saja dulu apa yang saya minta ini. Lanjutkan praktik nanti di rumah. Ingat kembali apa yang sekarang ini kita bahas. Kalau akhirnya nanti, tidak sekarang, kalian akan anggap ini tidak bermanfaat, ya, lupakan saja,” jawab Mas Yan yang tetap tenang menghadapi kami, remaja usia belasan tahun.

Setelah beberapa bulan terus-menerus berlatih seperti itu, tiap kali pertemuan setiap hari Minggu, ternyata manfaatnya benar-benar terasa. Kami jadi lebih mudah mengingat.

Saya sendiri terperangah saat membacanya, kemudian mencobanya. Meditasi memang benar-benar ampuh untuk melatih kemampuan berpikir, khususnya jika kamu rentan dengan negative thinking. Cobalah!

Kesimpulan untuk Menghadapi Negative Thinking

Secara keseluruhan, metode di atas bisa kamu terapkan. Meskipun beberapa membutuhkan waktu yang bertahap, tetapi jangan ragu untuk mencoba. Tidak hanya untuk menghilangkan negative thinking, tetapi juga mampu meningkatkan daya berpikir kamu serta cara berkonsentrasi.

Namun, Jika kamu masih merasa tidak lagi mampu menghadapinya, kamu mungkin memerlukan konsultasi. Banyak sekali konsultasi dengan psikiater dan psikolog yang bisa kamu datangi untuk membantu menyelesaikan permasalahan psikologis yang kamu hadapi.

Atau kamu bisa mencoba berkonsultasi melalui online therapy yang saya rekomendasikan tersebut. Kamu hanya perlu mendaftar pada situs tersebut, setelah dikonfirmasi, kamu akan bertemu profesional kejiwaan yang bisa membantu kamu. Note: Dapatkan diskon 20% secara langsung melalui link online theraphy ini.

Serta, apabila mungkin kamu membutuhkan teman bercerita, kami bersedia menampung cerita kamu dan memberikan saran dari praktisi psikolog yang ada bersama kami. Gratis! Silahkan kunjungi saja halaman contact us.